Pages

Monday, May 14, 2012

My Dream Place


If I had money, I want to go to New Zealand. View of the countryside, paddy fields, sheep farms are awesome, which cool the air in the spring, hospitality and humor of Maori, soft fleece, the amount of cream and lip gloss from natural ingredients. This country looks very peaceful state. New Zealand is called Aotearoa in Maori language (meaning Land of Long White Cloud), is an island nation in the southwest Pacific Ocean in southeastern Australia. 

Tuesday, April 3, 2012

ASTENOPIA


ASTENOPIA merupakan gangguan fungsi penglihatan dengan penyebab dan gejala-gejala yang sangat majemuk yang melibatkan faktor fisik, fisiologis, psikologis, bahkan faktor sosial. Penggunaan komputer menunjukkan meningkatnya kejadian ASTENOPIA. Pengobatan antara lain mengatasi masalah sistim berlebihan, pemberian air mata buatan, penataan ergonomik tempat dan lingkungan kerja. ASTENOPIA adalah gejala-gejala yang diakibatkan oleh adanya upaya berlebihyan untuk memperoleh ketajaman binokuler yang sebaik-baiknya dari sistem penglihatan yang berada dalam keadaan kurang sempurna. sedangkan menurut US National Research Council / WHObatasannya lebih luas, yaitu astenopia adalah keluhan atau kelelahan visual subjektif atau keluhan-keluhan yang dialami seseorang akibat menggunakan matanya. Istilah istilah lain yang juga dipakai untuk tujuan yang sama adalahEye Strain, Visual Discomfort dan Ocular fatigue atau disebut juga mata lelah. Meskipun astenopia belum terbukti menimbulkan, penting diperhatikan, terutama pada mereka yang memerlukan penglihatan dekat dalam waktu lama untuk melakukan pekerjaan.
Pada tulisan ini akan dikemukakan penyebab, faktor-faktor dan gejala-gejala astenopia serta hubungannya dengan penggunaan komputer, dalam upaya memahami penanggulangan keadaan tersebut.
Patogenesis Astenosia
Astenopia terjadi karena gangguan yang komplek dan saling mempengaruhi pada proses sistem penglihatan seperti berikut:
1. Cahaya masuk ke mata dari benda yang dilihat tidak cukup.
2. Pemusatan cahaya pada retina mata tidak sempurna.
3. Mekanisme penggabungan bayangan (fusi) oleh sistem penglihatan yang lebih sentral (otak) dan upaya untuk mempertahankannya tidak memadai.
Kecukupan cahaya dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik, yaitu keadaan iluminasi dan obyek yang dilihat. Kuantitas, kualitas, kualitas dan distribusi iluminasi yang mengakibatkan cahaya terlalu terang atau redup, berfluktuasi, araha yang miring dan menyilaukan dapat mengurangi daya sensifitas retina. Obyek berukuran kecil, bentuk yang tidak teratur dan kurang kontras atau bergerak, ternyata juga memudahkan timbulnya astenopia.
Pemfokuskan cahaya terganggua bila terjadi kelelahan otot siliaris dan otot-otot luar bola mata (Faktor intristik). Kelelahan otot siliaris terjadi pada penggunaan kacamata yang tidak sesuai ukurannya yang menyebabkan kelemahan akomodasi dan konvergensi. Selain itu, gangguan oleh masalah fusi dapat terjadi bila bayangan pada kedua mata tidak sama besar akibat perbedaan ukuran kacamata kanan dan kiri terlalu besar (anisometropia).
Faktor intristik lainnya selain faktor okular (mata) adalah faktor konstitusi. Keadaan tersebut adalah kelelahan umum, kurang sehat, bekerja dibawah tekanan (under pressure), kurang tidur, pemakaian obat-obatan, kelainan emosi dan gangguan psikogenik lainnya. Selain orang yang berbakat neurotik, orang yang sehat pun (terorginisis baik kepribadiannya), terutama jika mereka bergerak di bidang kehidupan intelektual, dan selalu terus menerus meningkatkan dan memperbaiki diri, dapat kehilangan sebagian energi kehidupannya yang akhirnya dapat mengalami kondisi kelelahan.
Beberapa hasil penelitian memperlihatkan adanya perubahan temporer tonus akulomotorius dan meningkatnya tonus parasimpatis pada penderita astenopia. Hal tersebut menyokong adanya hubungan antara astenopia dengan gangguan-gangguan akomodasi dan konvergensi. Meningkatnya tonus parasimpatis terlihat dengan adanya diameter pupil yang lebih kecil pada penderita astenopia dan lebih lemahnya akomodasi dibandingkan dengan orang normal. Tonus parasimpatis yang meningkat merupakan dasar beberapa keluhan pada penderita astenopia.
Gejala-gejala Astenopia
Astenopia dapat terjadi baik pada orang yang tergolong normal ataupun dengan faktor-faktor diatas. Keluhan ini lebih banyak dijumpai pada umur lebih dari 40 tahun, para pemakai kacamata dan mereka yang bekerja mempregunakan penglihatan dekat dalam waktu lama. Wanita lebih sering menderita astenopia daripada laki-laki.
Keluhan astenopia dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Okuar, misalnya mata terasa pegal, berat, cepat lelah, pedas, panas, tak nyaman atau sakit sekitar mata.
2. Visual, misalnya penglihatan menjadi kabur rangkap atau penglihatan warna berkurang.
3. Referal, misalnya sakit kepala, bahu dan punggung.
Keluhan-keluhan tersebut bersifat individual, dapat meningkatkan dan biasanya menghilang bila istirahat atau bangun tidur.
Untuk mengatasi bisa digunakan obat tetes airmata (artificial tears), lensa kontak, penyisipan lensa okular, penutupan kantung airmata (lacrimal plug), kacamata yang tertutup rapat (goggles), serta mengobati kelainan yang ada, misalnya infeksi kelopak.
“Tetes mata sebaiknya diteteskan di kantung dekat kelopak mata bawah luar agar tidak cepat keluar lagi. Jangan langsung diteteskan di kornea. Untuk meratakan mata dikedip-kedipkan,” saran dari dr Fatma Asyari SpM(K) dari FKUI.
Sumber:
- Majalah Elfata edisi 11 vol. 08 2008

Monday, March 19, 2012

ADELE - SOMEONE LIKE YOU LYRICS


I heard
That you're settled down
That you
Found a girl
And you're
Married now

I heard
That your dreams came true.
Guess she gave you things
I didn't give to you

Old friend
Why are you so shy?
Ain't like you to hold back
Or hide from the light

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead,
Yeah.

You know how the time flies
Only yesterday
It was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise
Of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known
How bittersweet this would taste?

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead              

Wednesday, February 15, 2012

The Rain - Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku

Kau selalu di hatiku
Mengisi ruang dan waktuku
Tetaplah bersamaku
Sampai kita tak sanggup lagi ...

Bridge :
Bila tak sengaja diriku menyakitkanmu
Beri isyarat padaku
Agar cepat kumohon maaf padamu

Reff :
Di saat indah dan sedih
Tulus kau temani aku
Walau kadang kau mengiris perih hatiku
Terima kasih karena kau mencintaiku


Chord Gitar :

intro :
Bm A D ( 2x)
G A Bm
G A

D A/C# Bm
Kau selalu di hatiku

G Em G G A

Mengisi ruang dan waktuku

D A/C# Bm
Tetaplah bersamaku

G Em D
Sampai kita tak sanggup lagi ...

Bridge :

A Em
Bila tak sengaja diriku menyakitkanmu

G A D
Beri isyarat padaku

A Em G
Agar cepat kumohon maaf padamu

Reff :

D G Bm A
Di saat indah dan sedih

D G Bm A
Tulus kau temani aku

G  F#  Bm  A  E/G#  E7
Walau kadang kau mengiris perih hatiku

Em7 Gm
Terima kasih karena kau mencintaiku


Tuesday, February 7, 2012

08/02/2012





Cakrawala membentang, memecah kemarau jiwa
Semburat awan hitam bercumbu memenuhi langit gempita 

Grimis bersanding senja,
Rindu menari berirama melukis luka









Tuesday, January 17, 2012

Present Perfect vs Present Perfect Continuous




Apa sebetulnya perbedaan antara Present Perfect dan Present Perfect Continuous tense.
Kalimat “Saya telah menunggu kamu selama satu jam” bisa dinyatakan baik dalam bentuk present perfect (I have waited for you for an hour) maupun present perfect continouous (I have been waiting for you for an hour). Lalu apa gunanya ada present perfect continous kalau sudah ada present perfect? 
Kedua tenses ini digunakan untuk menyatakan sebuah tindakan yang telah dilakukan di masa lalu dan masih sedang berlangsung atau baru saja selesai. Pada banyak kasus, kedua-duanya dapat digunakan dan saling menggantikan. 

Example:
·                  They have worked here for a long time
·                  They have been working here for a long time
·                  He has lived here for 10 years
·                  He has been living here for 10 years
Tetapi sering ada perbedaan makna diantara keduanya: 
Kita menggunakan Present Perfect utamanya untuk menyatakan bahwa sebuah tindakan telah selesai atau untuk menekankan hasil dari tindakan tersebut. Kita menggunakan Present Perfect Continuous untuk menekankan durasi atau waktu berkelanjutan dari sebuah tindakan.

Pada contoh berikut, yang ditekankan adalah hasil dari tindakan yang dilakukan, sehingga digunakan present perfect:
·         I have done my homework. (Maksudnya: pekerjaan rumah saya sudah selesai sekarang).
Sedangkan pada contoh berikut, yang ditekankan adalah durasinya, sehingga digunakan present perfect continuous:
·   I have been doing my homework. (Maksudnya: Pernyataan ini ingin menunjukkan bagaimana saya menghabiskan waktu saya. Tidak jadi masalah apakah pekerjaan rumah saya telah selesai sekarang atau belum).
Jadi, jika yang ingin ditekankan adalah aktivitas menunggunya maka digunakan present perfect:
·           I have waited for you
Akan tetapi, karena contoh yang diberikan oleh si penanya menggunakan waktu (for an hour) maka sudah barang tentu yang ingin ditekankan adalah durasi atau lamanya menunggu sehingga lebih tepat jika digunakan present perfect continuous:
·           I have been waiting for you for an hour.

Perbedaan lain adalah dalam hal hasil tindakan dan efek sampingnya. Jika ingin menekankan hasil tindakan digunakan present perfect dan untuk efek sampingnya digunakan present perfect continuous:
·           I have washed the car. (Hasil: mobilnya bersih sekarang)
·          (Why are you so wet?) – I have been washing the car. (Efek samping: Saya jadi basah ketika saya mencuci mobil. Tidak dipermasalahkan apakah mobilnya suda bersih atau belum).

Selain itu, jika sebuah tndakan masih sedang berlangsung dan kita ingin menyatakan bahwa tindakan itu merupakan tindakan permanen, maka kita biasanya menggunakan Present Perfect. Sedangkan untuk situasi yang sifatnya sementara, lebih cocok menggunakan Present Perfect Continuous. Akan tetapi ini bukan kaidah, tetapi hanya tendensi. 

Contoh:
Permanen:
·          Indra has lived in this town for 15 years. (Maksudnya: Dia telah menjadi penduduk permanen di kota ini).
Sementara:
·    Indra has been living here for a year. (Maksudnya: Situasi ini hanya sementara. Mungkin Indra adalah mahasiswa rantau yang hanya akan tinggal satu atau dua tahun di kota ini).
Sebagai tambahan, jika kalimat menggunakan kata “ever” atau “never”, maka digunakan bentuk present perfect.
·                  I have never met them.
·                  Have you ever heard that music?


Friday, January 13, 2012

Sosok ayah mempengaruhi intelegensi dan perilaku anak..


Sepertinya sudah menjadi sebuah kelaziman yang diterima secara umum, bahwa urusan mengasuh anak adalah urusan perempuan. Peran seorang ayah lebih banyak diakui sebagai pemimpin yang mengarahkan, sebagai kepala rumah tangga yang mencari nafkah, dll. Sebagian besar waktu seorang ayah dihabiskan hanya untuk mencari nafkah dan menyerahkan segala urusan mengasuh anak pada ibu atau pengasuh.
Belum lagi ditambah dengan maraknya kasus-kasus perceraian yang meningkatkan jumlah single parents di Indonesia yang umumnya kaum wanita. Jumlah perceraian di Indonesia semakin meningkat. Data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (Ditjen Badilag MA), kurun 2010 ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian ke Pengadilan Agama se-Indonesia. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak 5 tahun terakhir (detikNews, 5/09/11). Jelas bahwa fenomena ini akan sangat mempengaruhi perkembangan emosional dan intelektual anak jika anak harus dibesarkan oleh salah satu orang tua biologisnya.
Sebuah laporan penelitian yang dilansir oleh situs science daily 31 Agustus 2011, meskipun baru sebatas uji coba teori pada hewan, tetapi usia ayah mempengaruhi kesehatan mental anak. Kali ini sebuah laporan penelitian juga memperlihatkan bahwa faktor ayah sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. “Ayah memberikan kontribusi penting dalam perkembangan perilaku dan kecerdasa anak-anak mereka” kata Erin Pougnet, seorang kandidat PhD di Universitas Concordia, Departemen Psikologi dan anggota dari Centre for Research in Human Development (CRDH).

“Dibandingkan dengan anak-anak lain dibesarkan tanpa ayah, anak-anak yang memiliki ayah yang aktif mengasuh anak-anak sejak usia dini dan menengah memiliki masalah perilaku buruk yang lebih sedikit dan kemampuan intelektual lebih tinggi. Tambah Pougnet.

Pengaruh patriarki
Budaya patriarki tidak selamanya buruk. Budaya patriarki pun membawa dampak positif bagi perkembangan emosional dan kecerdasan anak. “Terlepas dari apakah ayah tinggal bersama anak-anak mereka, kemampuan mereka untuk menentukan batas-batas dan struktur yang sesuai perilaku anak-anak mereka secara positif mempengaruhi pemecahan masalah dan penurunan masalah emosional, seperti sedih, terisolasi dari kehidupan sosial dan kecemasan,” lanjut Pougnet.
Penelitian tersebut melibatkan sebanyak 138 anak-anak dan orang tua dan dinilai oleh para peneliti dalam tiga sesi terpisah. Anak-anak yang digunakan sebagai sampel berusia antara 3 sampai 3 tahun dan  9 sampai 13-tahun. Mereka menyelesaikan tes kecerdasan, sementara ibu mereka menjawab kuesioner yang terkait dengan kondisi rumah dan beberapa konflik. Berdasarkan jumlah anak-anak yang direkrut, penelitian ini merupakan proyek penelitian Longitudinal yang terbesar di Corcordia dan lebih besar dibandingkan dengan sebuah studi antargenerasi diluncurkan pada tahun 1976.
Guru sekolah tempat anak-anak sampel  juga dilibatkan dalam penelitian sebagai pengamat perilaku anak di luar rumah. “Guru merupakan sumber agak lebih informasi yang lebih independen dari informasi yang diberikan oleh ibu, ayah atau anak-anak sendiri,” kata Pougnet,

Berpengaruh besar pada anak perempuan
Studi ini menemukan bahwa anak gadis yang paling terpengaruh karena ketidakhadiran seorang ayah, meskipun para peneliti mengingatkan bahwa ketidakhadiran ayah dapat memupuk masalah lain seperti kurangnya dukungan atau disiplin. “anak-anak perempuan yang dibesarkan tanpa dukungan dari seorang ayah selama masa kanak sampai masa remaja memiliki masalah emosional di sekolah yang lebih tinggi dibandingkan anak perempuan dibesarkan dengan adanya sosok seorang ayahnya” kata Pougnet.

Lisa A. Serbi, seorang profesor di Departemen Psikologi Concordia, dan juga tim penelitian mengatakan bahwa “studi kami meneliti peran ayah adalah faktor yang krusial dalam perkembangan anak-anak mereka, anak-anak tidak perlu melakukan sesuatu buruk tanpa ayah mereka. Ibu-ibu dan pengasuh lainnya juga penting tetapi tidak diragukan lagi bahwa ayah berdampak besar, meskipun ada pula anak yang tanpa kontak dengan ayah memiliki tingkat intelektual dan emosial yang baik pula”.

Penelitian ini didukung oleh Canadian Institutes of Health Research and the Social Sciences and Humanities Research Council of Canada.

 
Share